Ir para o conteúdo
Mostrar cesto Esconder cesto
Voltar a Pengertian dari GBHN
Tela cheia

Bagian - Bagian Keris

16 de Janeiro de 2019, 3:10 , por Assyfa - 0sem comentários ainda | Ninguém está seguindo este artigo ainda.
Visualizado uma vez

Bagian - Bagian Keris - Sebagian ahli mengelompokkan keris sebagai sebuah senjata tikam yang tajam dan berbahaya, dimana bagian utama dari sebilah keris adalah wilah (bilah) atau mata pisau dan memiliki kelengkapan lainnya, yaitu wrangka (sarung) dan bagian pegangan keris atau ukiran yang dirakit menjadi satu - kesatuan dan selanjutnya keseluruh kelengkapannya dikenal dengan nama keris.

* Pegangan Keris

Pegangan keris jenisnya bermacam - macam dengan mengandung banyak motif, untuk keris pusaka khas Bali ada yang memiliki bentuk menyerupai patung dewa, patung pedande, patung raksaka, patung penari, pertapa, hutan dan ada yang diberi ukiran khas Bali dengan kinatah emas dan batu mulia seperti intan / berlian. Materi yang digunakan adalah berasal dari aneka bahan – bahan seperti gading, tulang, logam, dan terbanyak adalah kayu.

* Wrangka / Rangka

Wrangka, rangka atau sarung keris adalah salah satu kelengkapan keris yang memiliki fungsi tertentu terkait dengan kehidupan sosial dari masyarakat Jawa - Bali, dimana pada bagian wrangka inilah secara langsung akan dilihat dan dinilai oleh umum. Secara garis besar wrangka dibuat dari bahan kayu (jati, cendana, timoho, kemuning, dll), kemudian seiring dengan perkembangan zaman, banyak terdapat perubahan terhadap fungsi wrangka (sebagai cermin yang menggambarkan tentang status sosial bagi si pemilik). Pada bagian atas wrangka bisa diganti dengan gading. Dikenal dua macam wrangka, yaitu jenis wrangka ladrang terdiri atas bagian utama seperti : angkup, lata, janggut, gandek, godong (memiliki bentuk seperti daun), gandar, ri serta cangkring. Jenis kedua adalah jenis wrangka gayaman (gandon) yang menyerupai wrangka ladrang tetapi tidak memiliki angkup, godong dan gandek. Bentuk wrangka ditentukan berdasarkan atas aturan pemakaian, untuk upacara – upacara resmi diaplikasikan wrangka ladrang, misalkan kegiatan kunjungan ke keraton raja, acara resmi keraton lainnya (pengangkatan pejabat kerajaan, penobatan, dan perkimpoian, dll) dengan tujuan untuk memberikan penghormatan.

Baca Juga : Alternatif Pinjaman Modal Usaha

Tata cara pemakaiannya adalah gandar keris diselipkan di lipatan sabuk (stagen) pada bagian pinggang bagian belakang (berfungsi juga sebagai senjata untuk menjaga keselamatan raja ).

Untuk wrangka gayaman, yang diaplikasikan adalah untuk pemenuhan keperluan harian, dimana keris ditempatkan pada bagian depan (dekat pinggang) ataupun dibagian belakang (pinggang belakang) dimana dalam perang, keris wrangka gayaman adalah pertimbangan dari sisi praktis dan ringkas, karena wrangka gayaman akan memberikan kemudahan dalam bergerak cepat, karena memiliki bentuk yang sederhana. Ladrang dan gayaman adalah pola umum membentuk wrangka, dimana pada bagian utama adalah pada bagian bawah yang berukuran panjang (sepanjang wilah keris) yang disebut gandar atau antupan, berfungsi untuk membungkus wilah (bilah) yang terbuat dari kayu (dicampur dengan lpgam agar tidak merusak wilah). Gandar berfungsi untuk membungkus sehingga terlihat indah yang dilapisi selongsong - silinder yang disebut pendok. Bagian pendok ini diukir sangat indah terbuat dari logam kuningan, suasa (campuran tembaga emas), perak, dan emas. Dilihat dari hiasannya, pendok memiliki dua ragam yaitu pendok berukir dan pendok polos (tanpa ukiran).

* Wilah

Wilah atau wilahan merupakan bagian utama dari sebilah keris yang terdiri dari bagian - bagian tertentu yang berbeda, biasanya disebut dengan istilah dapur, contohnya adalah dapur jangkung mayang, jaka lola, pinarak, jamang murub, bungkul, kebo tedan, pudak sitegal, dll. Pada pangkal wilahan terdiri dari pesi yang merupakan ujung bawah pada sebilah keris atau tangkai keris yang biasa dipegang, memiliki panjang antara 5 Cm hingga 7 Cm, dengan penampang sekitar 5 Mm sampai 10 Mm, bentuknya bulat panjang seperti pensil. Pada pangkal (dasar keris) disebut ganja dimana pada bagian tengahnya terdapat lubang pesi (berbentuk bulat) untuk memasukkan pesi, sehingga bagian wilah dan ganja menyatu yang melambangkan kesatuan lingga dan yoni, dimana ganja adalah lambang yoni sedangkan pesi melukiskan tentang lingganya. Ganja sekilas pandang berbentuk cecak, pada bagian depannya disebut sirah cecak, dibagian lehernya disebut gulu meled, pada bagian perut disebut wetengan dan ekornya dikenal dengan istilah sebit ron. Ragam bentuk ganja adalah sebagai berikut : wilut, dungkul, kelap lintah dan sebit rontal.

Luk, adalah bagian yang berkelok – kelok dari wilah - bilah keris, jika dilihat dari bentuknya maka keris dibagi dua golongan besar, yaitu keris yang lurus dan keris yang memiliki bilah berkelok - kelok atau luk. Luk jumlahnya bisa dihitung yaitu dimulai dari pangkal keris menuju ke arah ujung keris, dihitung dari sisi cembung dan dilanjutkan pada kedua sisi seberang - menyeberang (kanan - kiri), dimana bilangan terakhir adalah menunjukkan banyaknya luk terhadap wilah - bilah dengan jumlahnya selalu ganjil dan yang terkecil adalah luk tiga (3) dan terbanyak adalah luk tiga belas (13).

Keris Kalawija atau keris tidak lazim memiliki jumlah luk lebih dari tiga belas.

Baca Juga : Investasi Anak Muda


0sem comentários ainda

    Enviar um comentário

    Os campos são obrigatórios.

    Se você é um usuário registrado, pode se identificar e ser reconhecido automaticamente.

    Cancelar

    Assyfa

    0 amigos

    Nenhum(a)