Ir para o conteúdo
Mostrar cesto Esconder cesto
Voltar a Pengertian dari GBHN
Tela cheia

Sejarah Konferensi Meja Bundar

4 de Abril de 2019, 12:03 , por Assyfa - 0sem comentários ainda | Ninguém está seguindo este artigo ainda.
Visualizado uma vez

Sejarah Konferensi Meja Bundar - Pada pembahasan artikel kali ini kita akan membahas sebuah topic mengenai sejarah dari konferensi meja bundar.

Untuk lebih jelasnya, mari simak pembahasan di bawah ini.

Sejarah Meja Bundar

Pada tanggal 23 agustus 1949 sampai dengan 2 november 1949 di den hag merupakan hari bersejarah diadakannya konferensi meja bundar yang mempertemukan kedua pihak, yaitu Indonesia dan Belanda. Diadakannya konferensi meja bundar, atau biasa disingkat KMB ini tidak lain adalah untuk mengakhiri perselisihan antara Indonesia dengan Belanda melalui sebuah jalan/upaya bernama diplomasi.

Konferensi Meja Bundar bukanlah jalan diplomasi yang dilakukan pertama kali oleh kedua belah pihak. Sebelumnya, kedua pihak telah melakukan diplomasi: Perjanjian Linggarjati (1947), Perjanjian Renville (1948) dan perjanjian Roem-Royem (1949).

Tujuan Konferensi Meja Bundar.

Konferensi Meja Bundar ini adalah cikal-bakal yang membuat belanda pada akhirnya mengakui kedaulatan Republik Indonesia. Berikut ini adalah tujuan-tujuan dari diadakannya Konferensi Meja Bundar, yakni :

  1. Mengakhiri perselisihan Indonesia-Belanda dengan menyepakati perjanjian-perjanjian yang dibuat dan membahas mengenai pembentukan Negara Indonesia Serikat.
  2. Belanda harus mengakui kedaulatan Negara Indonesia.

Tokoh-tokoh yang Ikut Andil dalam Konferensi Meja Bundar

Berikut ini adalah tokoh-tokoh dari pihak Indonesia yang terlibat dalam Konferensi Meja Bundar, yakni :

  1. Mohammad Hatta
  2. Moh. Roem
  3. Prof Dr. Mr. Supomo
  4. J. Leitnena
  5. Ali Sastroamicijojo
  6. Djuanda
  7. Sukiman
  8. Suyono Hadinoto
  9. Sumitro Djojohadikusumo
  10. Abdul Karim Pringgodigdo
  11. Kolonel T.B. Simatupang
  12. Muwardi

Sedangkan tokoh-tokoh dari pihak Belanda yang terlibat dalam Konferensi Meja Bundar adalah sebagai berikut :

  1. BFO diwakili Sultan Hamid II
  2. van Maarseveen
  3. UNCI diwakili Chritchley

 Hasil-hasil Konferensi Meja Bundar

Konferensi Meja Bundar yang dimoderatori UNCI sebagai pihak penengah antara Indonesia dan Belanda berhasil mencapai kesepakatan-kesepakatan sebagai berikut :

  1. Belanda mengakui Republik Indonesia Serikat (RIS) sebagai Negara yang merdeka dan berdaulat
  2. Pengakuan kedaulatan selambat-lambatnya dilakukan pada 30 Desember 1949
  3. Status provinsi irian barat akan diselesaikan paling lama dalam jangka waktu satu tahun seteleah pengakuan kedaulatan RIS dilakukan.
  4. Terbentuknya Uni Indonesia-Belanda sebagai bentuk kerja sama antara sama antara RIS-Belanda yang dikepalai oleh raja Belanda
  5. RIS akan mengembalikan hak-hak milik belanda dan memberikan izin baru untuk perusahaan-perusahaan belanda di Indonesia
  6. RIS harus membayar semua hutang belanda sejak 1942.
  7. Kapal-kapal belanda akan ditarik dari Indonesia dengan catatan beberapa korvet akan diberikan kepada RIS
  8. Tentara belanda akan ditarik mundur, KNIL akan dibubarkan dan anggota KNIL yang dibutuhkan akan berkesempatan untuk bergabung dengan TNI.

Pada tanggal 29 oktober 1949 pengesahan akan KMB dilakukan dan disampaikan kepada Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang kemudian membahas dan menyetujui hasil KMB.

Pada tanggal 15 Desember 1949 Bapak Ir. Soekarno dibaiat sebagai calon tunggal presiden Republik Indonesia Serikat.

Pada tanggal 27 Desember akhirnya belanda menyerahkan kedaulatan terhadap Negara Indonesia.

 

Demikianlah sebuah artikel mengenai sejarah konferensi meja bundar.

Presiden soekarno mengatakan “Jas Merah” yang berarti, Jangan sekali-kali Meninggalkan Sejarah.

Sampai bertemu di artikel yang akan datang.


0sem comentários ainda

    Enviar um comentário

    Os campos são obrigatórios.

    Se você é um usuário registrado, pode se identificar e ser reconhecido automaticamente.

    Cancelar

    Assyfa

    0 amigos

    Nenhum(a)