Ir para o conteúdo
Mostrar cesto Esconder cesto
Voltar a Blog
Tela cheia

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Bambu

14 de Dezembro de 2018, 13:31 , por Itu SEO - 0sem comentários ainda | Ninguém está seguindo este artigo ainda.
Visualizado 54 vezes

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Bambu - Tanaman Bambu dalam Bahasa Latin dikenal dengan nama ‘Bambusa Vulgaris’.

Adapun klasifikasi dan morfologi tanaman Bambu adalah sebagai berikut :

  • Kingdom Kingdom : Plantae
  • Subkingdom : Viridiplantae
  • Infra Kingdom : Streptophyta
  • Superdivisi : Embriophyta
  • Divisi : Tracheophyta
  • Subdivisi : Spermatophyta
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Ordo : Poales
  • Famili : Poaceae
  • Genus : Bambusa
  • Spesies : Bambusa Vulgaris

Morfologi Batang Bambu

Tanaman Bambu rata – rata mencapai ketinggian antara 0,3 M s/d 30 M berdiameter batang antara 0,25 s/d 25 Cm dan ketebalan dinding bisa mencapai 25 MM.

Pada bagian – bagian tertentu dari tanaman Bambu terdapat organ – organ daun yang berfungsi menyelimuti batang disebut dengan nama ‘pelepah batang’. Apabila batang – batang tersebut sudah berusia tua maka pelepah – pelepah batang yang sudah tua akan dengan mudah berguguran.

Nah pada bagian ujung dari pelepah – pelepah batang tersebut terdapat perpanjangan tambahan yang mempunyai bentuk segitiga disebut dengan nama subang yang akan gugur terlebih dahulu jika batang – batang tanaman Bambu sudah mulai tumbuh dewasa. Pelepah batang dan subang berfungsi untuk melindungi tunas / batang yang masih berusia muda.

Ekologi Tanaman Bambu

Tanaman Bambu kurang mampu tumbuh subur pada kondisi tanah yang terlalu banyak digenangi oleh air karena air yang terlalu berlebihan membasahi tanah apalagi jika sampai tergenang merupakan masalah besar terhadap perkembangan pertumbuhan tanaman Bambu dan akan menyebabkan meningkatnya serangan jamur terhadap tunas – tunas yang baru. Harus memperhatikan kondisi ‘drainase’ yang layak dengan menyiram bibit sesuai aturan.

Pada daerah – daerah tertentu misalnya hutan campuran antara pepohonan besar lainnya dengan sekumpulan tanaman Bambu, tanaman Bambu akan mampu tumbuh dengan subur melalui temperatur yang teduh sehingga sangat membutuhkan kerimbunan dari pepohonan lainnya. Hindari untuk membudidayakan tanaman Bambu pada tanah yang kondisinya miring karena berpengaruh buruk terhadap pertumbuhan batang Bambu menjadi tidak lurus.

Meskipun menyukai kondisi rimbun, tunas – tunas baru perlu mendapatkan sinar matahari dalam jumlah mencukupi, jadi sekali lagi jangan terlalu berlebihan. Bambu menyukai kondisi tanah yang kaya akan kandungan unsur – unsur organik yang tergantung kepada kondisi ‘topografi’.

Baca Juga :

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang klasifikasi dan morfologi tamanan Bambu, semoga dapat memberikan manfaat !


0sem comentários ainda

    Enviar um comentário

    Os campos são obrigatórios.

    Se você é um usuário registrado, pode se identificar e ser reconhecido automaticamente.

    Cancelar

    Itu SEO

    0 amigos

    Nenhum(a)