Ir para o conteúdo
Mostrar cesto Esconder cesto
Voltar a Blog
Tela cheia

Pengertian Stratifikasi Sosial : Proses Pembentukan Stratifikasi Sosial

18 de Fevereiro de 2019, 10:58 , por Itu SEO - 0sem comentários ainda | Ninguém está seguindo este artigo ainda.
Visualizado uma vez

Pengertian Stratifikasi Sosial : Proses Pembentukan Stratifikasi Sosial - Pengertian Stratifikasi Sosial berawal dari dua suku kata yaitu ‘stratification’ dan ‘social’. Stratification berasal dari kata ‘stratum’ artinya jamak / strata yaitu lapisan. Sedangkan social merujuk kepada arti yang lebih luas yaitu kelas.

Secara harfiah, Stratifikasi Sosial mengandung arti tingkatan – tingkatan yang ada di dalam lingkungan suatu masyarakat.

Beberapa ahli memberikan pendapatnya masing – masing tentang pendefinisian dari Stratifikasi Sosial adalah sebagai berikut.

  1. Menurut pendapat Pitirim A. Sorokin mendefinisikan Stratifikasi Sosial adalah terdapat perbedaan – perbedaan di dalam penduduk atau sekelompok masyarakat tertentu yang berhubungan ke dalam kelas – kelas berdasarkan atas tingkatan sosial atau ‘hierarkis’.
  2. Sedangkan menurut Astried S. Susanto memberikan penjelasan tentang Stratifikasi Sosial adalah merupakan sebuah hasil dari kebiasaan yang muncul diantara hubungan antar manusia secara teratur lalu tersusun dengan rapi sehingga masing – masing orang memiliki kondisi dan situasi yang dapat menentukan hubungan yang terjadi terhadap orang – orang yang bersifat vertikal atau mendatar di dalam masyarakat yang bersangkutan.
  3. Paul B. Horton dengan Chester L. Hunt mengartikan Stratifikasi Sosial adalah sebuah sistem perbedaan status sosial yang sudah berlaku di dalam suatu masyarakat tertentu.
  4. Sedangkan Robert M.Z. Lawang mendefinisikan Stratifikasi Sosial adalah penggolongan terhadap sekelompok orang – orang yang di dalamnya termasuk memuat suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan – lapisan masyarakat yang bersifat hierarkis sesuai dengan dimensi kekuasaan, ‘privele’, dan ‘prestise’.

Dari beberapa definisi tersebut di atas bisa diambil kesimpulan secara garis besar bahwa Stratifikasi Sosial merupakan pembedaan masyarakat yang erat hubungannya dengan kelas – kelas sosial yang bersifat vertikal bisa diwujudkan dengan adanya rangkaian tingkatan masyarakat yaitu dari kelompok paling tinggi hingga yang terendah.

Proses Pembentukan Stratifikasi Sosial  

Secara umum sebuah proses terbentuknya stratifikasi sosial bisa dilalui dengan dua cara adalah sebagai berikut :

  1. Adanya pelapisan sosial yang kemungkinan besar sudah terjadi dengan sendirinya atau secara alamiah. Pada umumnya kejadiannya berlangsung secara bersamaan disesuaikan dengan dinamika dalam kehidupan masyarakat tanpa disadari. Contohnya adalah Stratifikasi Sosial berdasarkan atas tingkat umur, kepandaian, sifat – sifat asli, kekayaan dan keturunan.
  2. Adanya pelapisan sosial yang sengaja terbentuk guna mengejar kepentingan – kepentingan atau tujuan – tujuan tertentu erat hubungannya dengan pembagian kekuasaan secara resmi. Contohnya adalah sebuah kondisi di dalam suatu perusahaan, partai politik, TNI, pemerintahan dan negara – negara bersangkutan dimana yang dapat berhubungan secara langsung dengan tugas dan wewenang serta sistem kerja sudah jelas diatur.  Apabila tidak ada aturan khusus di dalamnya maka akan menyebabkan terjadinya pertentangan – pertentangan dalam suatu masyarakat yang membahayakan masyarakat itu sendiri dan berhubungan juga kepada organisasi menjadi tidak berfungsi dengan lancar.

Faktor Penyebab Pembentukan Stratifikasi Sosial

Secara garis besar, dasar – dasar pembentukan Stratifikasi Sosial adalah sebagai berikut :

  1. Ukuran terhadap sekumpulan ilmu pengetahuan,
  2. Ukuran terhadap kekayaan,
  3. Ukuran terhadap kekuasaan,
  4. Ukuran terhadap kehormatan.

Adapun dasar – dasar pembentukan dari Stratifikasi Sosial tersebut di atas merupakan dasar pembentukan yang berhubungan dengan ukuran – ukuran lainnya bisa diaplikasikan sesuai konteksnya masing - masing. Nah menurut Soerjono Soekanto, terdapat beberapa pokok hal yang mendasari terjadinya Stratifikasi Sosial di dalam masyarakat antara lain :

  1. Adanya sistem Stratifikasi Sosial yang berpokok terhadap sistem pertentangan di dalam masyarakat.
  2. Adanya sistem Stratifikasi Sosial yang dianalisis ke dalam ruang lingkup unsur – unsur sebagai berikut : berhubungan dengan sistem pertanggung - jawaban yang akan diciptakan oleh warga dalam masyarakat tertentu, distribusi terhadap hak – hak istimewa yang bersifat objektif seperti kekayaan dan penghasilan serta keselamatan, adanya kriteria terhadap sistem pertentangan yang disebabkan oleh kualitas pribadi, milik, keanggotaan kelompok kerabat – kerabat tertentu dan wewenang atau kekuasaan, adanya lambang – lambang kedudukan sosial seperti tingkah laku, cara dalam berpakaian, perumahan dan keanggotaan di dalam suatu organisasi tertentu, kemudahan dan kesulitan dalam bertukar kedudukan dan solidaritas diantara kelompok atau individu – individu yang akan menduduki kedudukan yang sama pada sistem sosial masyarakat tertentu.

Ciri – Ciri Stratifikasi Sosial

Stratifikasi Sosial akan menyebabkan sekelompok orang menjadi mempunyai ciri – ciri yang berbeda – beda berhubungan dengan kedudukan, gaya hidup, dan perolehan hak dan sumber daya. Ada beberapa ciri Stratifikasi Sosial yang bisa kami jelaskan dengan singkat saja antara lain :

  1. Perbedaan kemampuan.
  2. Perbedaan gaya hidup.
  3. Perbedaan hak dan perolehan sumber daya.

Demikian kami menjelaskan tentang pengertian dan proses pembentukan Stratifikasi Sosial, semoga bermanfaat !


0sem comentários ainda

    Enviar um comentário

    Os campos são obrigatórios.

    Se você é um usuário registrado, pode se identificar e ser reconhecido automaticamente.

    Cancelar

    Itu SEO

    0 amigos

    Nenhum(a)